Home » Opini » Peradaban kita masih kuno?

Peradaban kita masih kuno?

Mengomentari terjadinya kericuhan dalam rapat paripurna DPR yang membahas kasus Century, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly As Shidiq mengatakan bahwa peristiwa tersebut menunjukkan peradaban kita memang masih seperti itu.  Suatu komentar yang sepertinya asal saja, namun barangkali itulah jawaban yang mungkin dikemukakan.  Suatu jawaban yang merupakan akumulasi kebingungan melihat kondisi bangsa yang bila dibandingkan dengan bangsa lain masih jauh dari “standar”.

Kekisruhan setiap penyelenggaraan pertandingan bola, pesta musik, tawuran anak sekolah bahkan mahasiswa, pemilihan kepala daerah,  sepertinya masih saja sering terjadi.  Dalam kehidupan sehari-hari, nampak masih sulitnya orang-orang kita untuk antri dan mendahulukan orang lain yang datang terlebih dahulu,  di stasiun kereta api (saat membeli tiket), di tempat perbelanjaan (saat membayar barang belanjaan).  Cobalah tengok saat  kereta mau berangkat, maka yang lebih banyak di dalam kereta adalah para pengantarnya dibandingkan para penumpangnya.  Memadatkan kereta dan membuat sempitnya ruang gerak para penumpang asli.  Padahal sudah jelas ada peringatan pengantar tidak boleh ikut masuk ke dalam kereta.

Apakah ada kaitan peradaban dengan intelektualitas?  Nampaknya tidak!  Orang-orang yang duduk di DPR dan para peserta pilkada yang rawan kisruh dan rawan tidak puas itu, kecil kemungkinan berasal dari orang-orang yang tidak berpendidikan, paling tidak mereka pernah mencapai bangku sekolah menengah atas,  bahkan cukup banyak yang sudah mendapat gelar  doktor.  Tapi  karena peradabannya baru sampai disitu, sebagaimana komentar Jimly As Shidiq,  tetap saja kalau tidak puas ujung-ujungnya kisruh!  Ketidakpuasan yang dinyatakan ke dalam gerakan reaktif bahkan sampai lempar-lempar botol.  Cuma koq nggak ada yang lempar dompet ……. ya!

Terus apa dong, supaya peradaban kita bisa seperti bangsa-bangsa lain?  Masih perlu waktu…? Karena usia bangsa kita yang belum setua bangsa-bangsa lain yang peradabannya sudah maju……? Jadi mohon maklum dulu kalau masih sering terjadi kekacauan dan tawuran di negeri ini….???

Nampaknya pembelajaranlah yang menjadi kelemahan bangsa ini.  Di tengah teknologi dan budaya informasi yang semakin maju dan melingkupi kita sehari-hari, selayaknya teknologi dan budaya informasi itu menjadi sarana belajar bagi bangsa ini untuk mengakselerasi peradabannya.  Namun dalam kenyataannya,  para pemuka masyarakat (pemimpin, tokoh masyarakat, pemuka agama, guru sekolah, dan lain-lain) belumlah benar-benar secara intensif memanfaatkan sarana pembelajaran ini.  Penyampaian gagasan  kepada masyarakat sepertinya kehabisan tenaga dan makna karena telah disampaikan berulang-ulang.  Cara dan muatannya itu-itu juga.

Relatif kurang,  terdapatnya  penyampaian gagasan dengan cara dan muatan yang segar, dapat diterima  dan dapat dipahami dengan mudah  serta  bisa menjadi panduan untuk kehidupan  bermasyarakat dan berbangsa.  Dengarkanlah isi khutbah setiap melaksanakan shalat Jumat, muatan isi khutbah sudah bisa ditebak.   Begitu juga di mesjid yang lain.  Sekedar menjalankan rutinitas spiritual.   Atau bisa juga, bukan masalah pembelajaran yang lemah dari bangsa ini, tetapi yang menjadi persoalan besar bangsa ini adalah  perilaku para pemimpinnya.  Artinya para pemimpinlah yang semestinya berperan besar untuk memajukan peradaban suatu bangsa.  Meski sampai kapanpun kita selamanya tidak akan  memiliki peradaban yang maju dan madani bila perilaku pemimpin dan pemuka masyarakat  belum bisa menjadi contoh bagi masyarakatnya.  Masih dalam budaya  pemimpin dilayani masyarakat, bukan pemimpin melayani masyarakat.  Wallahu allam!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com