Home » Kehidupan » Mudik dilarang menggunakan sepeda motor, bisakah?

Mudik dilarang menggunakan sepeda motor, bisakah?

Setiap kali tiba perayaan mudik menjelang dan sesudah lebaran, selalu saja meninggalkan korban kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban jiwa yang cukup fantastis. Tahun ini diperkirakan korban kecelakaan lalu lintas pada saat-saat mudik meningkat dibanding tahun lalu, sudah lebih dari 800 orang dengan sebagian besarnya adalah para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Sungguh menimbulkan kedukaan yang teramat dalam bagi keluarga korban. Saat yang seharusnya penuh kegembiraan merayakan hari raya lebaran bersama-sama dengan keluarga di kampung, namun yang terjadi adalah musibah yang tidak diharapkan. Tangisan dan ratapan menjadi pengiring saat jenazah pemudik yang seharusnya berkumpul bergembira dengan keluarga merayakan lebaran, menuju ke alam keabadiannya.

Selama bertahun-tahun melakukan perjalanan mudik Semarang-Bandung, atau Semarang-Purwokerto, sungguh saya sangat bersyukur dapat pergi dan kembali dengan selamat dengan menggunakan kendaraan roda empat meskipun kendaraannya sudah tua. Tidak berarti selalu lancar dan mulus dalam perjalanan menuju kampung halaman. Karena menggunakan kendaraan tua maka sudah menjadi terbiasa bila terpaksa harus berhenti mampir di bengkel karena sempat mogok di jalan akibat mengalami kerusakan, yang penting selamat sampai tujuan. Bahkan sekali waktu sempat saat pulang dari Purwokerto ke Semarang, hanya bisa menggunakan persneling sampai gigi 3, persneling tidak bisa masuk gigi 4 dan 5, untunglah kendaraan tidak panas.

Bagaimana kalau mudik bersama keluarga menggunakan sepeda motor? Semarang-Bandung atau Semarang-Purwokerto? Saya akan mengatakan bahwa itu adalah perbuatan yang gila atau nekad. Perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor sungguh sangat beresiko. Resikonya bermacam-macam, kepanasan, kehujanan, masuk angin, dan yang paling dikhawatirkan adalah kelelahan yang akan mengurangi konsentrasi di jalan. Kalau sudah sampai pada berkurangnya konsentrasi maka bisa dipastikan resiko terjadinya kecelakaan di jalan akan sangat tinggi. Kecelakaan yang bisa berakibat fatal bagi diri sendiri maupun orang lain. Kalau mengingat resiko-resiko itu, sungguh sangat miris bila menjumpai banyaknya keluarga pemudik berseliweran menggunakan sepeda motor di jalan-jalan. Tapi itulah kenyataannya, mudik dengan keluarga menggunakan sepeda motor menempuh perjalanan yang cukup jauh menjadi pilihan yang murah dan mudah. Mudik bersama keluarga dengan bis atau kereta akan memerlukan biaya yang cukup tinggi bagi sebagian kelompok masyarakat dan belum tentu mudah didapat. Jauh sebelum tibanya lebaran, tiket kereta api sudah habis terjual.

Bisakah kita melarang mereka untuk mudik menggunakan sepeda motor? Kalau pun dilarang menggunakan sepeda motor, tentunya harus dipikirkan kendaraan pengganti agar masyarakat tetap bisa mudik saat lebaran. Pemerintah atau pun perusahaan yang peduli dapat lebih banyak menyediakan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh angkutan yang murah untuk mudik. Barangkali Pemerintah perlu memikirkan subsidi angkutan untuk mudik yang dianggarkan dalam anggaran belanja negara untuk kelompok masyarakat tertentu. Bisa berupa tiket yang murah atau penyediaan kendaraan angkutan mudik gratis. Memang beresiko kemacetan yang mungkin lebih parah yang biasa terjadi saat mudik, namun itu akan lebih baik bila kita tidak ingin kebahagiaan hari raya lebaran yang semestinya dinikmati menjadi tangisan dan ratapan bagi sebagian masyarakat yang mengalami kecelakaan karena mudik menggunakan sepeda motor.

Biarlah subsidi ongkos mudik itu sebagai manifestasi kepedulian Pemerintah untuk memberikan kegembiraan kepada sebagian masyarakat sehingga mereka dapat merayakan lebaran di kampung halaman dengan aman dan selamat. Jangan hanya begitu mudahnya memberikan biaya studi banding ke luar negeri bagi anggota DPR. Tentunya kita tidak ingin bergembira saat lebaran di tengah-tengah banyak duka keluarga yang ditinggalkan oleh sanak saudaranya karena kecelakaan sepeda motor di saat mudik. Itu yang diharapkan!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com