Home » Opini » Ada udang dibalik tarling!

Ada udang dibalik tarling!

Tarling alias tarawih keliling, bukan jenis hiburan campuran gitar dan suling, sudah menjadi agenda penting saat menjalani ibadah puasa selama satu bulan. Bisa karena diundang atau bisa juga diagendakan sendiri. Mengagendakan tarawih keliling selama bulan puasa sudah menjadi program rutin setiap tahunnya, terutama bagi para pejabat serta eksekutif, baik pemerintah maupun swasta. Atau menjadi program dadakan para calon kontestan dalam pemilihan kepala daerah atau lembaga legistatif. Kalau sudah begini, tarling tidak hanya sekedar melaksanakan ibadah tetapi juga sebagaimana kata peribahasa ada udang di balik batunya. Bantahan dan sangkalan mungkin saja terlontar dari mereka yang mengadakan tarawih keliling, namun tetap saja pada dasarnya tidak akan lepas dari ada udang dibalik batu itu.

Tarawih keliling kalau tidak salah tidak ada dalam sejarah kehidupan Rasul. Di negeri inilah dikenal tarawih secara keliling. Sampai saat ini tidak ada larangan maupun anjuran keutamaannya perihal tarawih keliling ini dari para alim ulama. Tarawih sendiri merupakan amalan sunah, bisa dilakukan di mesjid atau di tempat selain mesjid. Soal tarawih keliling itu adalah lebih diterima karena lebih utama atau tidak biarlah Allah SWT yang menilainya.

Tapi bila niatnya lebih diutamakan sebagai sarana mencapai tujuan misalnya untuk meraih dukungan atau simpati masa yang sebanyak-banyaknya agar lolos dalam suatu pemilihan, maksud tarawih sebagai sebuah nilai ibadah sudah sedikit banyak perlu diragukan.

Meskipun melalui tarawih keliling ini bisa untuk menjalin silaturahmi dengan banyak orang pada tempat yang berbeda, tarawih keliling itu sendiri secara hitung-hitungan sebenarnya memerlukan biaya dan tenaga ekstra untuk melaksanakannya, tetapi karena persoalan ada udang dibalik batu itu tadi, segala beban esktra yang diperlukan untuk terlaksananya agenda tarling menjadi sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan lebih jauh. Yang penting tujuan untuk meraih dukungan atau simpati masa tercapai.

Bisa dibayangkan kalau seandainya banyak pejabat tinggi atau kontestan pemilihan legislatif maupun kepala daerah mengagendakan tarawih keliling sekaligus dengan acara buka bersamanya ke berbagai daerah, maka bisa dipastikan akan terjadi kesibukan bagi daerah yang ketempatan.

Biaya, tenaga dan kepanitiaan demi terlaksananya kegiatan tarawih keliling, mau tidak mau menjadi pranata yang harus direncanakan dan dipersiapkan. Ibadah puasa yang sejatinya dalam rangka lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa dengan banyak menjaga diri dari perilaku berlebihan, berpuasa dari pagi sampai sore hari, pada akhirnya menjadi ajang untuk lebih membangun dukungan, simpati, citra, pengaruh atau untuk menguji ketaatan atau loyalitas dari massa pengikut atau karyawan.

Tinggalah kita-kita yang bingung mengatur waktu, karena begitu menumpuknya jadwal undangan tarawih keliling! Sampai-sampai bisa jadi tidak sempat bertarawih bersama dengan tetangga di mesjid terdekat! Kalau kemudian diundang dan tidak menampakkan batang hidungnya pada saat berlangsungnya tarawih keliling, bisa jadi akan berpengaruh kepada penilaian atas kondite serta loyalitas kita. Yang terjadi kemudian, kita mengikuti undangan tarawih keliling itu pada akhirnya juga ada udang di balik batunya, yaitu untuk menjaga loyalitas dan kondite itu, sami mawon dengan pihak yang mengundang! Soal apakah ibadah tarawih kita diterima atau tidak, seperti yang sudah disebutkan, lagi-lagi biarlah Allah SWT yang menilainya lagi. Wallahu allam!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com