Home » Kehidupan » Antara Kereta Api dan Bus

Antara Kereta Api dan Bus

Sebagaimana yang sudah sering terjadi, hari ini bis yang seringkali membawaku pulang di hari Jum’at untuk kembali ke Semarang, yang berangkat dari Daan Mogot Jakarta sekitar jam  5 sore,  sampai di Semarang dinihari  sekitar jam 2 pagi.  Lebih cepat dari biasanya, yang biasanya antara  jam 3 dan 4 pagi, dan seperti biasanya pula, turun di depan stasiun Tawang untuk mencari taxi menuju  rumah.  Taxi masih penuh parkir menunggu penumpang di depan stasiun.  Sudah bisa diduga untuk yang kesekian kalinya, kereta Gumarang yang berangkat dari Gambir, Jakarta  jam 6 sore  menuju  Pasarturi, Surabaya dan dijadwalkan sampai di stasiun Tawang sekitar jam  1 pagi dinihari,  lagi-lagi terlambat datang di stasiun Tawang.

Saat-saat awal bolak-balik Semarang-Jakarta antara rumah dan tempat kerja.  Biasanya naik kereta kelas bisnis.  Kalau dari Semarang menggunakan Senja Utama yang berangkat dari Statiun Tawang jam 20.00 di hari minggu malam dengan tarif Rp 110.000, sedangkan dari Jakarta menggunakan kereta api Gumarang dari stasiun Gambir sekitar jam 18.00 di hari Jum’at sore dengan tarif Rp 90.000.  Kalau menggunakan kereta api yang kelas eksekutif….wah berat diongkos, Kang!

Semakin lama semakin ke sini, ternyata kereta Senja Utama semakin molor tibanya di Stasiun Senen, Jakarta.  Yang semula sudah bisa sampai jam setengah 4 pagi.  Sekarang mah sampai di stasiun Senen jam 5 saja sudah bagus.  Begitu pula dengan kereta Gumarang, yang sudah mulai lamban dan ngoyo untuk sampai di stasiun Tawang tepat waktu.  Apakah rel kereta dari hari ke hari memanjang ya?  Sehingga waktu kedatangan semakin lambat.

Bisa dimaklumi kalau kereta semakin tidak bisa tepat waktu selamanya.  Kalau tetap menggunakan teknologi yang itu-itu juga, sementara jumlah penumpang semakin meningkat, nampaknya kita-kita memang jangan terlalu berharap kereta bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.   Bermimpi saja dulu untuk punya kereta seperti Trans Euro atau keretanya Shinkasen Jepang, yang bisa melesat bak peluru itu.  Negeri ini memang sepertinya masih perlu mengutamakan bagaimana mengisi perut masyarakatnya dulu, ketimbang memikirkan sarana yang berbiaya tinggi.

Selain kereta semakin lambat tibanya, juga masih belum bisa tertib.  Setiap menaiki kereta Senja Utama di hari minggu sore, maka selain penumpang yang membeli tiket secara resmi, berjejal pula dengan penumpang yang tidak resmi alias tidak punya tiket, yang sama-sama akan kembali ke Jakarta untuk memulai hari-hari kerjanya. Semakin sesak dan panas.

Akhirnya terpikir untuk menggunakan moda angkutan lain, yang tentunya sesuai dengan kemampuan isi kantong.  Ternyata dengan tarif yang hampir sama, bahkan lebih murah kalau biaya makannya  dikeluarkan,  bisa naik bis eksekutif dengan fasilitas AC, tidak panas dan lumayan tertib, tidak memasukkan penumpang lain, selain yang membayar tiket.   Saat itu, tarif kereta Senja kelas bisnis  Semarang-Jakarta Rp 110.000, dan Gumarang bisnis Jakarta-Semarang Rp 90.000.  Sedangkan  tarif bis eksekutif Semarang-Jakarta dan sebaliknya rata-rata Rp 100.000.  Waktu tempuh? Memang sedikit agak lebih lama, tetapi tidak perlu kepanasan dan berdesak-desakan seperti halnya di kereta bisnis.

Kalau tidak karena ada kemacetan sebenarnya waktu tempuh   relatif tidak jauh berbeda dengan kereta.  Artinya bisa dipahami kalau bis bisa mengalami keterlambatan karena memang berbagi badan jalan dengan banyak kendaraan lain dan sewaktu-waktu bisa terjebak dalam kemacetan. Lha kereta?  Sudah punya jalan sendiri dan bahkan istimewa karena punya UU untuk mendahulukan kereta api lewat dibanding moda angkutan lain, kalau terlambat tiba di tempat tujuan, rasanya koq agak makan hati ya!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com