Home » Opini » BUMN 3D

BUMN 3D

BUMN, hampir semua orang sudah tahu, itu adalah sebutan singkat untuk perusahaan yang dimiliki oleh Pemerintah. Sedangkan 3D? Untuk memastikan maksud 3D di sini, mari kita telaah dulu atau paling tidak mempelajari sedikit tentang manajemen pengelolaan perusahaan, khususnya tentang mekanisme pengembangan sumberdaya manusia di sebuah perusahaan.

Masalah sumberdaya manusia tak pelak lagi merupakan kunci utama maju mundurnya perusahaan, bahkan maju mundurnya sebuah negara. Siapa yang bisa membantah bahwa Jepang dan Korea Selatan, merupakan negara-negara yang bisa menjadi maju karena memang kiprah sumberdaya manusianya.

Soal sumberdaya alam, negeri kita bisa jadi jauh di atas mereka. Dari ujung Barat sampai ujung Timur, negeri ini dianugrahi berbagai jenis barang dan bahan yang dibutuhkan manusia. Ingat coklat, bahannya ada di sini, kemudian  diekspor dan kembali ke negeri ini menjadi berbagai jenis coklat olahan yang menarik. Kita tidak merasakan bahwa bahan baku coklat tersebut berasal dari tempat kita sendiri. Rasa dan kemasannya sangat menarik, dan kita rela membeli dengan harga cukup mahal untuk mendapatkannya. Namun harga yang cukup mahal itu menjadi pendapatan bagi orang lain. Sementara kita cukup puas dengan pendapatan hanya dari menjual buah coklatnya saja.

Semua itu jelas karena soal sumberdaya manusia. Sumberdaya alam yang melimpah belum menjamin kemakmuran. Demikian pula dengan perusahaan. Tanpa sumberdaya manusia yang handal dan kompetitif, jangan harap perusahaan akan bisa bergerak lebih maju lagi, mungkin berjalan di tempat, bahkan bisa ambruk di tengah jalan.

Bagaimana untuk memperoleh sumberdaya manusia yang handal dan kompetitif dalam sebuah perusahaan? Hal ini bukanlah proses yang mudah dan cepat.  Dimulai dari rekruitmen, penempatan sampai dengan pengembangan karirnya, perusahaan yang memang berkomitmen untuk maju dan berkembang tidak akan main-main dalam persoalan sumberdaya manusianya. Standarisasi kompetensi dan penghargaan bagi karyawannya di setiap tingkatan menjadi acuan dalam pengembangan sumberdaya manusianya.

Nah, kembali ke judul di atas, BUMN 3D, ini juga ada kaitannya dengan persoalan pengembangan sumberdaya manusia dalam perusahaan, khususnya di sebuah badan usaha milik negara. Bagaimana polanya? Bukan bermaksud menilai bahwa hampir semuanya BUMN berpola 3D dalam pengembangan sumberdaya manusianya, tetapi nampaknya masih saja 3D ini menjadi perangkat dalam pengangkatan, mutasi atau promosi karyawannya. Mudah-mudahan hanya tinggal satu dua saja yang masih berpola 3D ini.

Kedekatan (Dekat), persaudaraan (Dulur), pembagian rejeki (Duit), menjadi prasyarat dalam pengembangan sumberdaya manusia di BUMN 3D. Kalau masih seperti ini, bagaimana mau menjadi perusahaan yang maju? Jadi ingat kata iklan ; Hari gini…masih 3D!¬†

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com