Home » Kehidupan » Emas hijau diburu, sang penjaga kelimpungan!

Emas hijau diburu, sang penjaga kelimpungan!

Penjaga-hutanMenjaga dan mengelola hutan, terutama hutan jati, yang dikepung oleh masyarakat yang umumnya marjinal, benar-benar bisa membuat harus menarik nafas dalam-dalam, agar pikiran tetap waras. Bagaimana tidak! Kayu jati memiliki nilai yang tinggi. Siapa pun berkeinginan untuk memiliki kayu jati. Kursi, meja, pintu, bahkan reng atap rumah, kalau bisa semuanya berkayu jati. Kayu jati memang memiliki semua keistimewaan sebagai kayu pertukangan. Itulah emas hijau yang bisa menjadi buruan orang.

Sudah bisa diduga, pohon jati yang sudah cukup besar di dalam hutan, bakal menjadi incaran bagi masyarakat marjinal di dekatnya. Yang dalam waktu singkat dapat dijadikan sandaran hidup di tengah sulitnya beban kehidupan yang masih dirasakan saat ini. Tak punya lahan untuk bertani, tak punya akses ke lapangan kerja. Ujung-ujungnya perburuan kayu jati yang banyak tumbuh dalam hutan menjadi suatu permainan yang mungkin tidak akan berhenti, sampai status marjinalnya runtuh dengan datangnya kemakmuran negeri. Entah kapan!

Perburuan ini merupakan permainan pertaruhan hidup yang nampaknya juga telah  menjadi suatu kesenangan tersendiri bagi mereka. Senang karena bisa mendapatkan kayu jati untuk menopang kebutuhan hidupnya. Senang karena bisa lolos dan berhasil mengelabui penjaga hutan.

Kesenangan yang buntutnya menimbulkan ketagihan. Tak peduli dengan segala macam cerita tentang kerusakan lingkungan. Tak peduli dengan ancaman hukuman. Bahkan tak peduli bahwa dia atau sebagian dari mereka pernah berurusan dengan hukum dan pernah dipenjara. Sekali lagi, perburuan itu sudah menjadi kesenangan bagi mereka. Penjara hanya menunda kesenangan sesaat, toh di penjara pun hidup malah terjamin. Lepas dari penjara, kesenangan perburuan dimulai lagi.

Kesenangan perburuan ini menjadi pertaruhan nasib bagi para penjaga hutan. Caci-maki, sumpah serapah dialamatkan kepada mereka, karena tidak mampu dan tidak sanggup mempertahankan pohon-pohon jati itu berdiri tegak sampai waktunya dipanen. Padahal jelas-jelas permainan kucing-kucingan itu, perburuan kayu jati itu, sangat-sangat tidak seimbang. Tak ada pagar yang membantu penjaga hutan untuk menjaga ribuan pohon jati itu. Tak ada pula senjata untuk membuat takut si pemburu. Tak ada anggota pasukan yang bisa membantunya mengawasi pohon-pohon jati dari segala penjuru. Jangan mimpi seperti sebuah bank, setiap sudut ada penjaganya, dan itu pun mencakup luas yang tidak seberapa, bak langit dan bumi dibandingkan luasnya hutan yang harus dijaganya.

Bisa terjadi dia pasrah dalam kesendirian atau hanya disertai satu dua penjaga lainnya, menyambut waspada kelompok pemburu itu. Bahaya bisa mengintai. Perburuan yang nekad dan membabi buta bisa terjadi. Tidak hanya caci maki dan sumpah serapah, tapi nyawa bisa menjadi taruhannya. Mari berdoa, semoga Tuhan turun tangan, mengulurkan rahmat-Nya, menjaga bumi dan segala isinya dengan kuasa-Nya, sampai tiba saatnya kiamat nanti. Amin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com