Home » Opini » Jangan sampai pohon roboh!

Jangan sampai pohon roboh!

Sewaktu bertugas langsung berhadapan dengan penjarahan hutan, pimpinan sering memberikan pengarahan yang salah satunya mewanti-wanti untuk bekerja mengamankan hutan dengan menjaga agar jangan sampai terjadi pohon roboh.

Pekerjaan yang gampang diucapkan, namun prakteknya sulit dilakukan. Kalau hutan yang dijaga sekedar seukuran beberapa petak sawah sangat mungkin bisa. Tapi ini, petugas hanya berjumlah puluhan, paling banter jumlah petugas yang  betul-betul fokus bertugas mengamankan hutan paling banyak sejumlah 20 orang, sementara hutan yang harus dijaga luasnya ribuan hektar.  Sudah bisa dibayangkan saat masih ramainya penjarahan hutan, petugas berpatroli ke Barat, robohlah pohon di Timur, berpatroli di Utara, robohlah di Selatan.

Kalau sudah begini, mencegah pohon jangan sampai roboh hanya impian. Sebuah mimpi indah yang sering diharap-harap untuk muncul di saat tidur. Bermimpi melihat hutan yang hijau permai menyejukkan mata, aman dari gangguan manusia. Mimpi yang diharap muncul untuk menghibur hati sejenak dari rasa jengkel, dongkol serta lelah, terus-menerus berhadapan dengan kejadian-kejadian pohon-pohon roboh bertumbangan dan sering tanpa sisa tinggal tunggak.

Dirobohkan oleh siapa? Siapa lagi kalau bukan oleh makhluk yang bernama manusia. Rata-rata pelaku perobohan pohon itu tak lebih merupakan kelompok manusia berstatus marjinal alias warga miskin orang-orang desa sekitar hutan, sebagiannya para pengangguran dari kota yang kembali ke desa. Saat itu memang sedang sulit, ekonomi negara ambruk diterpa gelombang krisis. Mereka ini sangat rentan menjadi masyarakat fatalis. Tak peduli hutan hancur, yang penting kebutuhan perut hari itu sudah terpenuhi. Meski hampir tiap minggu, ada yang dimasukan ke sel tahanan, seolah-olah tidak ada jeranya, yang lain tetap saja masuk hutan merobohkan pohon.

Kalau orang-orang desa sekitar hutan itu kaya-kaya, rasanya mustahil mereka akan bermain kucing-kucingan dengan petugas untuk mencuri kayu dengan merobohkan pohon. Solusinya sebenarnya gampang agar tidak terjadi pohon roboh, menjadikan orang-orang desa sekitar hutan kaya-kaya. Pertanyaannya, bagaimana caranya dan siapa yang bisa melaksanakannya? Petugas-petugas itu? Tak mungkinlah! Mestinya Pemerintah atau negaralah yang seharusnya memikirkan itu, bukan kita-kita, petugas yang akhirnya terima nasib menjadi sasaran kemarahan karena tidak bisa mencegah pohon roboh.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com