Home » Opini » Lady Gaga vs Mr. Bean

Lady Gaga vs Mr. Bean

Bukan sesuatu yang aneh, bila pada akhirnya Lady Gaga membatalkan konsernya di Indonesia. Andai saya seperti dia maka pikirannya pun sama. Daripada ribut-ribut tidak karuan, lebih baik tidak usah datang sekalian. Beres perkara!

Bagaimana dengan pihak penyelenggara dan tiket yang sudah habis terjual? Sudah resiko bisnis bukan? Mudah-mudahan ini bisa disadari dan dipahami oleh pihak penyelenggara. Mendatangkan Lady Gaga dengan segenap keanehan tampilan fisik, pakaian dan kontroversi lagu-lagunya pada dasarnya sudah mengandung resiko yang cukup tinggi. Berhadapan dengan resiko pertentangan budaya dan gaya hidup. Lady Gaga tidak bisa disamakan dengan Kartini, Suharti, Waljinah, Ruth Sahanaya dan lain-lain.

Lain soal kalau yang didatangkan bukan Lady Gaga, katakanlah MR. BEAN. Dia adalah juga artis kelas dunia hanya bidangnya yang berbeda. MR. BEAN tidak banyak bicara, kekanak-kanakan, cemburuan, tapi cukup sopan dalam cara berpakaian. Dia pasti akan menolak mentah-mentah bila disuruh pakai pakaian minim. Lihat saja, saat berenang dan celana dalamnya lepas, dia masih punya rasa malu, menutupi dirinya berusaha mencari kamar ganti. Sayang kamar ganti yang dimasukinya adalah kamar ganti wanita.

Mendatangkan MR. BEAN yang tidak banyak bicara, kekanak-kanakan dan cemburuan tidak perlu diragukan lagi tidak akan ada yang menolak, bahkan sampai heboh bersiap-siap dibuat rusuh. Bagaimana mau ditolak? Lha wong bisa membuat orang tertawa. Tertawa koq dilarang!

Tertawa itu hiburan. Melupakan sejenak dari susah payahnya mencari penghidupan yang halal. Oleh karena itulah, MR. BEAN pasti tidak akan dirusuhi bila dia datang ke sini. Dia itu lucu dan bisa menghibur semua orang. Kesenangan melihat sesuatu yang lucu tidak mengenal pangkat dan jabatan, ras, suku atau keyakinan. Politikus aji mumpung dan koruptor saja senang yang lucu-lucu. Padahal tahukah mereka bahwa ulah mereka juga sudah lucu, persis seperti MR. BEAN, kekanak-kanakan dan cemburuan. Bedanya MR. BEAN tidak banyak bicara. Sedangkan politikus dan koruptor banyak berucap janji dan banyak berkata ‘TIDAK’ !’, Itu saja bedanya!

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com