Home » Kehidupan » Lobby dengan lari pagi

Lobby dengan lari pagi

Sudah  hampir beberapa minggu ini tidak melakukan lagi lari pagi.  Pagi ini di hari Minggu, seperti biasanya, setelah shalat shubuh,  berlari pelan menyusuri jalan-jalan di sekitar kompleks pemukiman. Lumayan masih bisa menempuh jarak seperti biasanya, meski sudah cukup lama kaki ini tidak dibawa berlari.  Jangan bayangkan seperti berlarinya para olahragawan, yang berlari cukup kencang dengan langkah lebar, cukuplah berlari pelan, ……. lemot kalau kata orang Jawa, pokoknya asal bisa sedikit lebih cepat dari berjalan kaki.  Yang penting bisa melemaskan kaki dan badan serta mengeluarkan keringat.

Memang hanya itu olahraga yang bisa dilakukan saat ini.  Tidak mahir melakukan olahraga lain, seperti halnya tenis atau bulutangkis.  Apalagi setelah tangan kanan ini sudah tidak normal lagi, setelah mengalami pergeseran sendi akibat kecelakaan.  Kalau lama-lama pegang raket, setelah beberapa waktu kemudian biasanya terasa pegal-pegal.

Lari pagi atau bisa juga jalan kaki memang merupakan olah raga yang murah meriah dan bisa dilakukan oleh semua orang yang sehat, tua-muda, kaya miskin, laki-perempuan.  Mau pakai sepatu atau tidak, mau pakai celana panjang atau celana pendek,  mau bertelanjang dada atau tidak.  Tidak akan ada orang yang cerewet berkomentar.  Bisa dilakukan dimana saja, di jalan-jalan, di gang-gang sempit,  di pematang sawah kalau mau juga bisa.  Cukup bermodal kemauan dan keinginan.  Karena itulah tidak ada istilah ekslusif dengan olahraga lari pagi.

Nah, karena tidak ekslusif maka menjadi tidak menarik untuk dijadikan sarana untuk lobby. Lobby untuk mempengaruhi pihak yang dilobby agar mengikuti keinginan kita.  Lobby saat ini tidak hanya untuk menambah customer atau pelanggan, memperluas pasar, mengenalkan identitas diri, perusahaan, lembaga.  Tapi lobby sudah menjadi kebutuhan pula untuk  mendapatkan proyek atau jabatan, meringankan proses perkara, memelihara hubungan baik dengan pejabat, penguasa atau petugas penegak hukum agar segala sesuatu bisa tetap berjalan dan terlindungi meski sana-sini belepotan dengan penyalahgunaan.

Sepertinya memang tidak ada untungnya kalau olahraga lari pagi atau jalan kaki dijadikan sarana untuk lobby.  Jenis olah raga yang laris dijadikan sarana lobby nampaknya masih tetap golf atau tenis.  Kalau dengan jenis-jenis olah raga ini, kita bisa memperlihatkan jasa baiknya dengan membayarkan sewa lapangannya, membelikan stik atau raketnya yang bisa dibawa pulang oleh orang yang mau dilobby, bila perlu memilihkan caddy yang cantik-cantik.   Biar senang dan berbunga-bunga hati orang yang dilobby.

Dengan memberikan jasa baik ini, kita berharap bisa mendapatkan kemurahan hati orang dilobby.  Kalau lari pagi?  Apakah cukup puas dengan dibelikan bubur ayam atau ketupat sayur setelah lari pagi?  Jangan-jangan dianggap penghinaan!  Bisa buyar harapan yang mau dicapai dari melobby.  Jadi jangan lakukan lobby dengan lari pagi, kalau tidak mau dituntut dan dihukum lebih lama oleh jaksa dan hakim.  Atau jabatan jadi lepas dan dimutasi ke tempat kering kerontang. Atau rejeki menjadi paceklik, gara-gara gagal mendapatkan proyek.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com