Home » Lingkungan » Manfaat pohon bagi masyarakat kota

Manfaat pohon bagi masyarakat kota

Pemerintah saat ini begitu gencar menggalakkan gerakan penanaman pohon.  Di tahun 2009, dengan program OMOT-nya (One Man One Tree), dinyatakan telah sukses menanam sejumlah lebih kurang 230 juta batang pohon.  Bila dikonversi dengan keluasan, dengan asumsi  setiap 1 hektar  ditanam 1.000 batang pohon, maka telah berhasil dilakukan penanaman seluas 230.000 Ha di tahun 2009 atau setara dengan lebih kurang 3 kali luas DKI Jakarta.  Di tahun 2010 akan lebih fenomenal lagi dengan rencana gerakan penanaman 1 milyar pohon atau 4 kali lipatnya dibanding jumlah pohon yang telah dinyatakan ditanam  tahun 2009.

Gerakan penanaman pohon yang dicanangkan akhir-akhir ini sebenarnya bisa ditafsirkan sebagai sebuah bentuk pengakuan terhadap  kerusakan hutan dan lemahnya pengelolaan lingkungan di negeri ini  sehingga diperlukan suatu aksi dan gerakan moral untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang terjadi.  Gerakan penanaman pohon ini juga dimaksudkan sebagai upaya Pemerintah dalam mendukung  dunia internasional untuk mengendalikan terjadinya dampak pemanasan global dengan kemampuan pohon dalam menyerap emisi karbon.  Sebagaimana diketahui emisi karbon merupakan penyebab terjadinya pemanasan global.

Hutan di Indonesia benar-benar mengalami kehancuran dengan angka kerusakan mencapai 3,8  juta Ha per tahun, hampir sama dengan seluas enam lapangan bola setiap menitnya (Sumber ; Badan Planologi Kehutanan, 2003).   Kekuatan kapital  telah mengeruk  sedemikian rupa salah satu kekayaan konservasi dunia yang luar biasa di permukaan bumi  ini.  Sedangkan birokrasi dan aparat tidak berdaya menentang arus pengaruh kekuatan kapital tersebut.  Bahkan yang terjadi,   birokrasi dengan kelengkapan regulasi dan aparatnya telah secara perlahan-lahan menjadi penyebab dari semakin berkurangnya luas hutan, baik untuk pengubahan alih fungsi hutan maupun izin eksploitasi pertambangan di hutan-hutan lindung.

Sebenarnya siapa yang mestinya disasar dan menjadi sasaran gerakan penanaman pohon ini?  Masyarakat, Pemerintah, Badan Usaha, LSM atau lain-lainnya?  Kerusakan hutan sebagaimana yang telah diungkapkan, jelas banyak terjadi di kawasan hutan negara.  Oleh karena itu, yang harus menjadi prioritas sasaran gerakan penanaman pohon adalah kawasan hutan negara yang telah mengalami  kerusakan, dan Pemerintah atau lembaga/badan usaha yang diberi izin oleh Pemerintah untuk mengelola kawasan hutan negara itulah yang seharusnya memiliki tanggung jawab besar  berhasil tidaknya  gerakan penanaman pohon.

Lalu bagaimana dengan masyarakat?  Sebagai suatu upaya yang bertujuan mulia untuk mengendalikan dampak pemanasan global, masyarakat selayaknya ikut mendukung gerakan penanaman pohon.  Dalam hal ini  bisa dibedakan antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.  Di wilayah-wilayah pelosok pedesaan, masyarakat pada umumnya  sudah tidak perlu diminta untuk menanam pohon.  Masyarakat begitu mudah untuk menanam pohon.  Bagikanlah pohon kepada mereka, maka dalam waktu sekejap, bibit akan habis dan sudah berpindah, terselip di antara tanaman-tanaman di lahan-lahan mereka.  Di wilayah- wilayah pelosok desa ini hampir sulit dijumpai lahan kosong yang dibiarkan menganggur.   Bila tidak ditanami palawija, maka nampak campuran tidak teratur vegetasi pohon berbagai  jenis dan berbagai ukuran.  Kalau pun terdapat lahan-lahan yang dibiarkan menganggur, hampir dipastikan bahwa lahan-lahan tersebut adalah milik orang-orang kota atau lahan-lahan milik pihak lain.

Oleh karena itu, Selain merupakan suatu aksi,  gerakan penanaman pohon sebagai suatu gerakan moral selayaknya menjadi  program yang diprioritaskan di wilayah perkotaan.  Penyediaan dan pembangunan ruang terbuka hijau atau jalur hijau dan himbauan kepada masyarakat perkotaan untuk menanam pohon sangat penting untuk  memperbaiki kondisi lingkungan perkotaan yang  memiliki tingkat polusi dan emisi karbon yang jauh lebih tinggi dibandingkan di wilayah pedesaan.

Komplek-komplek perumahan, perkantoran,  dan halamannya lebih banyak diisi dengan tanaman rumput atau tanaman perdu, kalau tidak,  cukup ditutup dengan paving atau bahkan ditutup teras sehingga mengurangi daya penyerapan air di waktu hujan.  Masyarakat perkotaan cenderung tidak mau ribet dengan  menanam dan memelihara aneka rupa pohon, yang cukup merepotkan karena mengganggu instalasi kabel, harus sering dipangkas, dan menimbulkan sampah daun yang cukup banyak saat meranggas ditiup angin.  Yang kadangkala pula dapat menimbulkan  resiko yang cukup tinggi seperti tumbangnya pohon terkena angin badai, yang dapat berakibat kerugian materi,  bahkan jiwa manusia.

Namun dengan pemilihan jenis pohon yang tepat, penanaman pohon di halaman  komplek-komplek perumahan  dan perkantoran, selain  memberikan kesejukan dan keindahan, juga sangat membantu dalam upaya Pemerintah bahkan dunia internasional secara keseluruhan untuk mengendalikan dampak pemanasan global, dengan beberapa manfaat pohon antara lain :

  1. Menyerap karbon akibat pembakaran baik asal rumah tangga, industri, maupun kendaraan bermotor.  Gas-gas  karbon inilah yang ditengarai menjadi penyebab utama meningkatnya konsentrasi gas-gas di udara sehingga menyebabkan memantulnya kembali sinar matahari ke permukaan bumi dan berakibat meningkatnya suhu permukaan bumi (pemanasan global).  Melalui proses fotosintesis, gas karbon (CO2) juga diproses oleh pohon untuk  menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat diperlukan manusia
  2. Menyaring kotoran (debu jalanan, abu pabrik/rumah tangga). Kerimbunan daun-daun di ranting-ranting pohon menjadi tempat menempelnya debu jalanan, abu pabrik maupun abu rumah tangga, yang selanjutnya pada saat hujan, kotoran atau abu tersebut akan tercuci oleh air hujan.
  3. Mereduksi beberapa zat pencemar udara.  Sebagian zat-zat pencemar di udara memiliki kandungan asam yang apabila terbawa hujan dan membentuk hujan asam yang dapat membahayakan kesehatan kulit dan  menimbulkan korosi.  Tajuk dan dedaunan pohon akan berfungsi untuk menahan hujan, dan pada beberapa jenis pohon akan mengeluarkan air gutasi untuk menetralkan kandungan asam yang di bawa air hujan.
  4. Meningkatkan kenyamanan lingkungan. Pepohonan mampu membentuk mikroklimat yang sejuk, mengurangi kebisingan, mencegah silaunya sinar matahari, mengurangi bau busuk serta menyekat pemandangan yang kurang layak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com