Home » Opini » Mari bersama-sama punya impian!

Mari bersama-sama punya impian!

Mengikuti sarasehan di sebuah pondok pesantren dengan penceramah para ustadz terkenal nasional, sebuah ajakan yang sama tercurah dari para ustadz itu, yaitu ajakan untuk memiliki impian. Impian untuk melihat bangsa ini menjadi bangsa yang maju, bangsa yang madani, adil dan makmur serta memiliki pencapaian teknologi tinggi dalam peradabannya. Impian melihat bangsa ini mampu mensejajarkan dirinya dengan bangsa-bangsa lain yang sudah lebih dulu menggenggam kemakmuran dan teknologi, dan impian memiliki pemimpin-pemimpin yang akan membawa bangsa ini keluar dari kemiskinan, kekumuhan dan kekisruhan moral anak-anak bangsanya.

Perjalanan bangsa telah melampaui separuh abad, telah mencapai rentanya sebuah generasi, masihkah kita hanya sekedar bermimpi? Ataukah ajakan bermimpi itu tak lebih dari simbol ketidakberdayaan? Ketidakberdayaan melihat benang kusut perikehidupan bangsa saat ini.

Begitu bodohkah anak-anak bangsa ini, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan kecuali bermimpi? Bagaimana dengan anak-anak bangsa yang telah meraih kehormatan dunia, juara-juara olimpiade fisika, anak-anak SMK yang telah menorehkan prestasinya, membuat SUV. Serta anak-anak bangsa dulu yang telah sanggup pula membuat elang besi. Reformasi pun sudah dilalui, membuka layar episode baru kehidupan berbangsa dan bernegara. Itulah kuncup-kuncup bunga mimpi yang sebenarnya sudah tumbuh bertunas, namun kemudian layu dan jatuh berguguran sebelum berkembang.

Tidaklah sulit untuk bermimpi. Tidak perlu sekolah, tidak perlu pintar, tidak perlu pula nyantri. Tetapi apakah juga, tidak perlu sekolah, nyantri dan pintar, untuk menjadi bangsa yang maju dan madani? Tentu saja tidak. Bermimpi untuk raihan kehidupan yang hendak dicapai mensyaratkan tekad dan perjuangan.

Seorang motivator berkata, setiap insan harus punya impian. Impian adalah cita-cita, sebagai suatu raihan kehidupan yang hendak dicapai dengan tekad dan perjuangan. Begitulah para ustadz mengajak kita untuk memiliki impian, dan bermimpi memiliki pemimpin yang meneladani, pemimpin yang sanggup melindungi dan memelihara kuncup-kuncup bunga itu mekar menjadi buah, tidak layu kemudian jatuh berguguran, itu saja sebenarnya sudah cukup! Mari bermimpi untuk itu!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com