Home » Kehidupan » Mengapa sih harus punya BB?

Mengapa sih harus punya BB?

Banyak orang menyarankan bahkan meminta untuk menggunakan BB, terutama di lingkungan perusahaan! Padahal untuk memiliki BB tidaklah gampang. Harga BB tidaklah tergolong murah. Apa karena saat sekarang, punya HP satu tidak cukup ya? Tapi kalau harus punya lebih dari satu HP, kenapa diminta untuk memilih BB?

Seorang pemimpin bank cabang, pernah bercerita, dia tadinya tidak punya BB dan tidak berniat untuk memiliki BB, karena sudah memiliki HP sebelumnya. Namun berhubung atasannya selalu menyindirnya karena tidak punya BB, akhirnya membeli BB juga. Setelah punya BB, dia merasa seolah-olah terkena paranoid dari hari ke hari. Bila ada kedip-kedip di LED BB-nya, rasa penasaran dan dag-dig-dug selalu menghantuinya. Bisa jadi masuk pesan-pesan masalah pekerjaan di kantornya. Untung kalau sekedar pesan biasa, bagaimana kalau pesan omelan! Tidur jadi tidak bisa nyenyak!

Punya BB saat ini sudah menjadi simbol status. Pernah terjadi kericuhan saat antri membeli BB tipe terbaru dengan potongan harga, apa yang mereka cari sampai harus antri dan ricuh? Kalau bukan karena simbol status itu tadi. BB sudah menjadi kebutuhan bagi golongan eksekutif dan kaum muda elit.

Kalau sekedar untuk bertukar cerita, pesan atau gambar, sudah banyak gadget dan fitur yang bisa digunakan. Facebook atau Yahoo Messenger saja bisa dan itu gratis. Tapi mengapa masih minta untuk punya BB dengan BBM-nya itu? Punya BB bukan lagi berbicara hak, tapi sudah menjadi kewajiban. Walah!

Okelah, tak perlu dijawab, mengapa harus punya BB, yang jelas tidak ada ruginya juga punya BB, meski harus merogoh kocek cukup dalam. Daripada bete menunggu antrian, terkena macet di jalan atau menunggu pesanan makan siang datang, menghabiskan waktu dengan membuka-buka BB dan mengakses segala fitur yang ada termasuk BBM-nya, bisa mengalihkan sejenak dari kejenuhan. Bahkan bagi seorang narcis, BBM bisa menjadi sarana untuk melampiaskan kenarcisannya. Apa pun yang dia lakukan, dengan mudah ditulis, diambil gambarnya dan diupload melalui BBM-nya. Sekali pijit tombol, beritanya sudah bisa menyebar kemana-mana.

Tak terbayangkan sebelumnya, hanya dengan beberapa langkah dan hanya dalam hitungan detik, gambar sudah bisa dikirim dan dilihat oleh banyak orang. Sepertinya sudah menjadi ritual bagi sebagian orang, kapan, dimana dan apa yang dia lakukan, serta apa yang dia lihat, diambil gambarnya, diberi komentar kemudian diunggah melalui BB-nya.

Cara orang berkomunikasi sudah jauh melangkah. Tak ada sekat jarak dan ruang yang tidak bisa ditembus. Komunikasi melalui jaringan maya sudah menjadi tatanan dalam kehidupan saat ini. Begitu juga di lingkungan perusahaan. Top manajemen menggunakan BB sebagai sarana komunikasi, memberikan petunjuk dan arahan atau mengevaluasi pekerjaan bawahan. Juga sebagai sarana diskusi bagi pihak manajemen yang dimaksudkan untuk efisiensi.

Tapi pertanyaan itu masih saja muncul, mengapa harus BB? Apa karena memang untuk simbol status itu ya? Termasuk dengan memiliki lebih dari 1 HP! Kalau begitu bila ingin diterima dalam sebuah lingkungan eksekutif, tidak salah kalau kita memiliki lebih dari 1 HP, dan salah satunya jangan salah pula untuk memilih BB. (Maaf ini bukan promosi, tetapi sebagaimana seperti ceritanya pemimpin bank cabang itu, memiliki BB menjadi suatu keharusan, dan sebagai karyawan yang patuh, mau bagaimana lagi?)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com