Home » Opini » Merdeka …. ! (Koq masih teriak merdeka sih?)

Merdeka …. ! (Koq masih teriak merdeka sih?)

Enam puluh delapan tahun sudah, negeri ini mengalami kemerdekaannya. Pertanyaan besar yang selalu menghantui adalah benarkah kita sudah merdeka? Setiap menjelang peringatan hari kemerdekaan, ramai warga masyarakat, badan usaha dan instansi pemerintah mempersiapkan segala macam acara, pasang umbul-umbul, tirakatan, ziarah ke taman makam pahlawan, dan tidak lupa acara lomba-lomba dan pawai di setiap pelosok negeri. Terdapat tradisi yang jelas terlihat berulang setiap tahunnya yaitu ada pesta atau kemeriahan saat tibanya peringatan hari kemerdekaan di negeri ini.

Meski situasi sudah berbeda, sudah pula menjadi tradisi yaitu terdapatnya pekikan merdeka yang masih tetap lantang diteriakkan, seolah-olah musuh masih berada di depan mata. Lucu sebenarnya! Sudah jelas-jelas bangsa ini telah bebas dari penjajahan, tapi masih meneriakkan kata-kata saat masih jaman perjuangan dulu. Merdeka…. ! Merdeka … ! Merdeka….!

Tapi tunggu dulu, seperti sudah ditanyakan pada awal tulisan ini, benarkah kita sudah merdeka? Pekikan merdeka itu mungkin saja masih relevan. Bisa jadi masih diteriakkannya kata merdeka itu, memiliki pesan bahwa kemerdekaan yang diraih masih belum menemukan jati diri yang sebenarnya. Merdeka…! Merdeka itu tidaklah semata-mata terbebasnya negeri ini dari penguasaan fisik bangsa lain, tapi … Merdeka! Merdeka dari penguasaan kapital bangsa lain, merdeka dari ketergantungan kepada bangsa lain, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari perilaku pemimpin, penguasa dan aparatur negeri yang rakus dan tamak, dan lain-lainnya, merdeka dari egoisme kelompok, kebohongan, korupsi, mafia, premanisme, intoleransi.

Akankah kita masih harus berulang-ulang setiap tahun ke depan tanpa kenal lelah tetap meneriakkan kata merdeka? Semoga saja kata merdeka itu, pada saatnya nanti bisa berganti menjadi : Hidup…! Hidup para pemimpin! Para pemimpin yang telah membawa negeri ini menjadi negeri yang adil dan makmur. Para pemimpin yang telah menjadi teladan bagi rakyatnya.

Atau bisa berganti menjadi sebuah pekik penghargaan kepada masing-masing komponen bangsa ini, karena telah berhasil menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Jadi mari kita berdoa, semoga pekikan memperingati hari kemerdekaan kelak bisa berganti menjadi : Hidup….! Hidup Presiden! Hidup Wakil Rakyat! Hidup TNI! Hidup Polisi! Hidup Jaksa! Hidup Hakim! Hidup Pengusaha! Hidup Petani! Hidup Nelayan, dan lain-lain serba-serbi hidup komponen bangsa lainnya! Hidup Indonesia! Hidup negeri yang aman, adil dan makmur! Dirgahayu negeriku!
Hidup Jokowi-Ahok (Lha koq jadi kampanye sih?).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com