Home » Opini » Negeri tikus negerinya Gayus

Negeri tikus negerinya Gayus

Century dan Gayus, dua buah nama yang sangat terkenal di negeri ini.  Yang satu adalah nama sebuah entitas bisnis yang morat-marit, sedangkan yang kedua adalah entitas makhluk yang bernama manusia yang sempat terbirit-birit melarikan diri ke negeri sebrang, menghindari jeratan hukum, yang sialnya sampai ……. tulisan ini dibuat, hukum di negeri ini masih saja morat-marit.  Rasanya mustahil diperoleh suatu kesimpulan akhir yang terang benderang, bila kasus Century  dan Gayus dibedah untuk kemudian dihadapkan kepada pengadilan hukum. Bukanlah hukum yang menjadi pamong di negeri ini, namun yang menjadi pamong sejatinya adalah kepentingan dan kekuasaan.

Saat kepentingan dan kekuasaan secara bersama-sama bergabung menjadi kepentingan kekuasaan maka hukum pun bisa diatur sedemikian rupa, dan keadilan bagi rakyat menjadi semakin jauh dari harapan, dan kepentingan kekuasaan yang jauh dari nurani menyebabkan tumbuh suburnya ketamakan serta keserakahan.  Mengembangbiakkan tikus-tikus.  Tikus-tikus semakin gemuk dan semakin bebas berkeliaran.

Tidak tanggung-tanggung, tikus yang selama ini diburu dan dibenci, tikus sawah, tikus got, tikus gudang, dan lain-lainnya, telah berpindah habitat dan naik pangkat menjadi tikus pengayom negara, tikus petinggi negara, tikus pengaman negara, dan tikus penegak hukum.  Sedangkan sebagian lainnya cukup senang menjadi tikus-tikus jelata yang ada di kantor-kantor dan di jalan-jalan.

Antara Century dan Gayus, tidak ada kaitan diantara keduanya.  Namun keduanya benar-benar telah menunjukkan bahwa kepentingan kekuasaan yang berbaiat kepada ketamakan dan keserakahan, telah dengan sangat mudah dan tanpa keringat, ……..serta yang paling mengherankan adalah tanpa malu-malu, menyedot puluhan sampai ratusan milyar bahkan trilyunan rupiah hanya dalam sekejap mata.  Suatu angka yang bukan main besarnya bagi rakyat.  Yang untuk mendapatkan makan hari itu saja  harus bekerja keras membanting tulang pada hari itu juga. Uang hasil keringat  hari kemarin sudah habis pada hari kemarin dan tidak ada sisa untuk hari ini, bahkan bisa jadi uang yang akan diperoleh hari ini sebagian akan habis dipakai untuk menutup kekurangan uang belanja hari kemarin, …….. begitu seterusnya.

Tidak bagi tikus-tikus.  Mereka memiliki gudang-gudang penyimpanan uang yang lebih dari cukup untuk menghidupi tujuh turunan, paling tidak lebih dari cukup untuk dapat menikmati kemewahan hidup tanpa harus keluar keringat. Tikus-tikus di negeri ini benar-benar telah menemukan syurganya.  Merambah ke mana-mana menyebarkan bau, di pemerintahan, di lembaga perwakilan, di lembaga keuangan, di lembaga peradilan, dan lain-lain.  Meskipun bau, untunglah tikus-tikus ini ternyata masih bisa memberi hiburan kepada rakyat.

Hiburan yang unik dengan pemeran utama tikus-tikus  telah digelar oleh Aliansi Masyarakat Antikorupsi di Batang, Jawa Tengah (Liputan 6, SCTV, 9/12/2009).  Tikus-tikus bersedia digantung di pohon pinang.  Ratusan warga berlomba memanjat pinang, berusaha meraih dan menangkap tikus-tikus yang digantung di atas pohon pinang.  Dan setelah berulang kali gagal, tikus-tikus itu akhirnya berhasil diraih dan  ditangkap.    Tikus yang tertangkap kemudian dipukuli dan diinjak-injak. Tak hanya itu, tikus-tikus ini kemudian dibakar.   Nah  kalau sudah begini, maka tikus-tikus selain bisa memberikan hiburan kepada rakyat, juga bisa menimbulkan kemarahan,  bahwa jika hukum tak lagi bisa menyentuh para koruptor, rakyatlah yang akan turun tangan mengadilinya. Tunggu saja!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com