Home » Kehidupan » Resiko bekerja lembur

Resiko bekerja lembur

Biasanya bekerja lembur paling banter dilaksanakan 1 atau 2 hari saja, tapi beberapa minggu terakhir ini, terpaksa terus-menerus bekerja lembur untuk mengejar deadline waktu penyelesaian suatu pekerjaan yang sangat penting bagi perusahaan.  Lelah dan pegal itu yang terasa. Namun bekerja lembur secara terus-menerus, terkadang sampai pagi, dalam waktu yang cukup lama, berminggu-minggu seperti yang baru saja dilakukan, menyebabkan pula kurang tidur dan konsentrasi menjadi kurang.

Bekerja lembur mungkin tidak begitu dikehendaki oleh setiap karyawan, apalagi bila dalam bekerja lembur itu tidak ada kompensansi dari perusahaan.  Untung di perusahaan buntung di karyawan. Buntung karena waktu istirahat menjadi berkurang dan rentannya karyawan yang suka lembur terhadap penyakit.

Berdasarkan riset terbaru di Inggris, orang yang sering bekerja lembur dengan menghabiskan waktu 10 hingga 11 jam sehari berisiko lebih tinggi mengalami sakit jantung (Kompas, 12 Mei 2010).

Kesimpulan itu adalah hasil analisa studi terhadap 6.000 pekerja sipil di Inggris yang dipublikasikan dalam European Heart Journal edisi online. Dalam laporan itu disebutkan, mereka yang menambah waktu tiga hingga empat jam sehari untuk bekerja lembur berisiko 60 persen lebih tinggi menderita sakit jantung. Angka ini muncul setelah memperhitungkan berbagai risiko penyakit, termasuk kebiasaan merokok. Riset ini membawa sebuah pesan akan pentingnya keseimbangan antara hidup dan pekerjaan bagi kesehatan.

Karyawan yang sering kerja lembur menjadi punya sedikit waktu untuk berolahraga, relaksasi, ataupun melepas lelah. Karyawan yang suka lembur juga lebih rentan terhadap stres, rasa cemas, dan depresi.

Pada sebagian orang, bekerja lembur telah menjadi kebiasaan dan tuntutan. Bukan lagi bekerja untuk hidup, tapi hidup benar-benar untuk bekerja. Tipe orang seperti ini, menurut penelitian adalah orang yang mementingkan karier. Mereka cenderung punya kepribadian dengan ciri-ciri agresif, ambisius, dan pemarah.

Dengan demikian, melakukan pekerjaan lembur hendaknya dilakukan dengan tetap memperhatikan pentingnya kesehatan.  Karena bila tidak, maka resiko terkena penyakit menjadi sesuatu yang belum tentu dapat dibayar oleh kompensansi yang diterima dengan bekerja lembur.  Itu..pun kalau ada uang lemburnya!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Tags: , , ,

3 Responses to Resiko bekerja lembur

  1. Waduh, berarti harus berhati-hati kalau mau lembur kerja ya Mas, termasuk begadang saat negblog begini kadang terlanjur asyiik.
    SALAM Kenal., makasi sudah berkunjung sebelumnya.

  2. Kadangkala kalau ada pekerjaan menumpuk ya harus lembur Mas, tetapi tidak terlalu sering. Semoga bisa jaga kondisi kesehatan.
    SALAM Kenal, saya berkunjung balik dari blog puskel yang saya kelola juga. Makasi ya…

  3. waaaah untung aku jarang lembur
    hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com