Home » Kehidupan » Saat reuni ke kampus!

Saat reuni ke kampus!

Dramaga-20130928-00331Kembali mengunjungi kampus tempat menuntut ilmu puluhan tahun yang lalu, tak ada yang berubah di sana. Bangunan masih seperti dulu. Namun, sungguh tak habis pikir, lingkungan kampus itu nampak kotor, tidak terawat, semrawut, jauh dari bersih dan rapi. Padahal manusia-manusia terdidik menghabiskan hari-harinya di sana.

Baiklah tak perlu dipersoalkan masalah kecil itu. Kebersihan dan kerapian hanyalah soal kemauan. Yang ingin dibahas di sini, sekedar catatan kecil, yaitu apakah yang bisa dipetik dari acara-acara kembali ke kampus oleh para alumninya. Silaturahmi, kangen-kangenan bertemu teman lama semasa kuliah, itu jelas. Tapi apakah ada yang lebih dari itu?

Kampus adalah tempat menimba pendidikan tinggi. Dari sanalah menyebar sekian banyak lulusan. Mereka menduduki kelas sebagai kaum terdidik, menempati posisi-posisi penting dan strategis dalam kehidupan sosial politik bangsa dan negara ini. Saat kembali, setelah sekian lama meninggalkan kampus, sudah bisa dipastikan, sebagian dari mereka akan membawa kebanggaan. Bangga karena telah menduduki jabatan dan kedudukan tinggi, serta meraih keunggulan materi dalam pengabdian pekerjaannya.

Tapi kebanggaan itu hanya cukup untuk dinikmati sendiri, dihargai teman dan almamater. Tengoklah ke luar, apakah kebanggaan itu juga membawa kebanggaan bagi masyarakat dan bangsanya?

Sudah selayaknya saat kembali ke kampus, berkaca diri, bukan untuk berbangga diri. Bukan pula untuk menjadi ajang merapatkan barisan menguatkan kelompok alumni untuk menguasai perikehidupan sosial politik masyarakat dan bangsa. Bukan pula sebagai  ajang menjalin kekuatan memenangkan persaingan dengan kelompok alumni kampus yang lain.

Bangsa ini belumlah saatnya diisi dengan persaingan penguasaan posisi dan kedudukan  oleh para lulusan dari kampus yang berlainan. Namun, masyarakat dan bangsa ini sedang menunggu kiprah dan sumbangan masing-masing lulusan kampus agar tidak lagi impor daging sapi, kedelai, mobil bahkan pesawat terbang.

Kerusakan hutan dimana-mana, demoralisasi dimana-mana, mafia, korupsi dan manipulasi.  Kemiskinan dan pengangguran masih juga terlihat nyata di depan mata. Masihkah kita tega mengumbar nafsu primordial di tengah-tengah realita keprihatinan perikehidupan berbangsa dan bernegara, hanya untuk memperjuangkan kesukuan, almamaterisme?  Semoga saja, saat kembali lagi kumpul reuni, kampus tempat dulu kuliah bisa lebih bersih, rapi dan terawat, dan bisa berbangga meski belum semuanya, ada kemajuan dalam perikehidupan bangsa ini, tak peduli siapa dan darimana yang berperan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com