Home » Kehidupan » Terusik karena demonstrasi

Terusik karena demonstrasi

demonstrasiDemonstrasi bisa jadi merupakan sebuah kata yang akan membuat ketar-ketir sebagian pihak, terutama penguasa atau pejabat. Bagi sebagian mereka, kenyamanan adalah mutlak! Tak bisa diganggu gugat. Berharap semua berjalan baik-baik saja, lancar-lancar saja, tenang, aman dan terkendali. Tak ingin ada gejolak atau riak di lingkungannya. Anak buah atau karyawan diharap menjalankan tugas tanpa harus tanya-tanya ini-itu, mangut-mangut dan patuh. Loyalitas menjadi ukuran yang paling penting. Tak ada waktu untuk mendengar keluh-kesah.

Kenyamanan duduk di kursi kekuasaan, disertai pula oleh ketakutan bakal terlemparnya dari kursi nyaman kekuasaan, menjadi dinding pemisah untuk memahami dan mengakui hak-hak dasar manusia untuk berbicara dan berpendapat.

Negara telah menjamin warganya untuk menyampaikan pendapat dan pandangan. Negara memberi kebebasan kepada warganya untuk berserikat dan berkumpul. Itu tertulis dalam undang-undang dasar negeri ini. Turunannya, negara telah mengatur kebebasan menyatakan pendapat di muka umum melalui undang-undang. Salah satunya melalui wahana demonstrasi.

Saat kenyamanan kursi kekuasaan sudah menguasai diri, karena tak ingin medapat malu dan ingin tetap memelihara citra diri kepada penguasa di atasnya, bahwa semua baik-baik saja, oke-oke saja, demonstrasi menjadi momok bagi sebagian pejabat, eksekutif, dan apparatur. Berbagai usaha dilakukan agar demonstrasi yang bisa merusak kredibilitas di depan penguasa yang lebih tinggi itu tidak terjadi. Intimidasi dan ancaman, bahkan bujuk rayu dengan imbalan pun bisa dilakukan untuk menggagalkan sebuah demonstrasi.

Kursi nyaman kekuasaan dipelihara dan dijaga sebaik-baiknya agar tidak tercemar suhu panas dingin curahan keinginan, harapan, aspirasi, kritik dan protes karyawan, masyarakat  atau kelompok, yang akan meruntuhkan wibawa dan citra kekuasaan. Seperti itulah, saat sebuah rejim bisa bertahan puluhan tahun, menguasai negeri ini. Mengerahkan kekuatan, indoktrinasi, pembunuhan karakter, dan menutup rapat-rapat terhadap segala protes dan aspirasi kebebasan berserikat, berkumpul dan berpendapat.

Bersiaplah kalau mau berdemonstrasi, menyampaikan pendapat di muka umum. Karena bisa jadi, bukan untung, tapi buntung yang didapat. Kekuasaan memang bukan lawan yang sebanding!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Share this post: Share this post with the world.
  • TimesURL
  • Gatorpeeps
  • Muti
  • Twitter
  • Posterous
  • Facebook
  • laaik.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] Zaazu Emoticons Zaazu.com